Mungkin karena beberapa hal membuat hati ini terpancing menjadi galau balau dan rindu pada terkasih ku. Meski tak seindah yang kita mau dan tak sesempurna cinta yang semestinya hidup yang kita jalani, aku merasa sungguh indah. Tapi bukan tanpa riak godaan tentunya. Semua riak keindahan dalam hangatnya cinta dari mu. Buah cinta yang semakin besar dengan tantangan yang semakin bervariasi itu semua membuat kita semakin erat dan saling mengisi dalam kerinduan. Apa kedepanya dan bagaimana jadinya tak membuat kita kuatir, yang penting jalani aja dengan suka cita dan syukur, takdir yang kita buat menuju kebahagiaan semua anggota keluarga tentunya.
Kita akan menjdi tua dan badan kita akan uzur tapi kayaknya semangat cinta kasih ini semakin muda kayak puber mungkin. Lelah mu jadi lelahku juga, bahagia mu bahagia ku pasti.
Mama ini rasa diatas 10.000 kaki mungkin dekat sama Sang Pencipta dan saat ini aku merasa kakau malaikat ku adalah diri mu, walau tak bersayap, tak cemerlang tapi tentu sangat rupawan (menyadur glen fadli;). Aku berharap menjadi tua dan melihat semua anak kita bahagia dan kita jalan dari rumah mereka yang satu ke yang lain. Namanya juga pensiunan maunya cuma menikmati jalan-jalan dan melihat putra dan putri kita bahagia dengan cucu kita.
Tapi kapan kita jadi tua ya... mam....
Udah 30 menit lamunan dan hayalan berjalan dalam otak ku yang memang ngak banyak sehingga aku simpan rasa ini dalam catatan kecil ini. Sehingga satu masa bisa aku baca kembali dan itu sering membuat aku tersenyum membacanya kembali.
Aku sering bermohon sama TUHAN yang aku sembah untuk dapat selalu manjaga hati ku untuk tidak pernah berpaling dari segala cinta dan kebaikan yang mama berikan dan selama ini membuat aku selalu jatuh dan mencinta dan bagi ku kau tak tergantikan, semua tak akan mampu mengubah ku kau bukan sekedar indah tapi anugerah.
Waktu telah lama menguji ku tapi TUHAN selalu melindungi dari semu dosa,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar