Selasa, 04 November 2014

Kereta Api yang luar biasa

Dari banjarmasin dengam citilink berlanjut ke gambir menumpang Damri sampai stasiun gambir, gendengnya kereta parahyangan langsung bisa disambung, padahal perut rasanya sudah mulai berdangdut ria, dari pada pakai lama oke aja aku naik parahyangan dengan pikiran makan diatas kereta.
Setelah nemplok di kursi gerakan badan yang tergerus rasa lapar mulai berpadu dengan goyangan akibat dari terlalu empuknya  sokbteker Argo parahyangan, menunggu si pramugari kereta nawarin pengganjal perut untuk menipu sang cacing, tapi udah sekian lama  kok belum datang juga sang penawar itu.
Dari pop, keroncong hingga lagi dangdut si perut belum ada juga yg nawarin. Hah gawat ini kalau sampai redup ingatan karena habisnya power si perut, tapi dengan senyum manis si pramugari kereta datang " pesan apa bapak" rasanya seperti suara TUHAN menawarkan sorga,langsung aku sambar tawaran itu sederet makanan yg terasa lezat meluncur dari bibir manis itu.
Nasi campur dan air putih dingin jadi pesanan yang natinya akan aku gunakan untuk menipu si cacing dalam perut. Tapi pesanan kok belum datang padahal rasanya waktu berjalan sangat lambat dan terasa lama banget, rasanya udah pada berkokok si cacing "kayak ayam" tapi nasi campurnya belum nongol.
Mengimbangi kokok si cacong aku coba pelintir ke kiri dan bila sudah pedih pelintir ke kanan badan ku, biar volume perut agak kecilan.
Dengan coba terus bertahan dari serangan rasa lapar ahirnya nasi campur idaman datang juga.

Tapi sedikit rasa kecewa sempat terbersit melihat tampilan nasi campur yang tidak terlihat menarik.
Buka dan suap dan mengalir rasa yang lezat ternyata,
Blendrang (bahasa jawa) kacang tolo dan orek tempe rasanya ternyata luar biasa lezat, bener ngak ngak nyangka  kalau senikmat ini.
Udah pantas naik le level bintang lima, cita rasa nener luar biasa.
Makasih atas rasa yang luar biasa ini. Tapi apa bukan efek dari rasa lapar tadi ya....&128522; atau sebaiknya untuk meyakinkan aku akan nambah lagi ya, dan ntar aku cerita lagi soal rasa sebenarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar