Kamis, 13 November 2014

ternyata aku PECUNDANG

Aku yang merasa cakep, baik dan keren serasa ngak berharga dengan penglihatan ku sendiri, Dalam lift seorang gadis dengan baju lengan sebahu belahan V dengan hiasan liontin diantara sembulan yang nyaman dilihat sementara kain terpotong di atas lutut juga memberi pemandangan pagi yang cukup menyegarkan, pagi yang indah tentunya buat mata ku yang agak suka dengan pemandangan pagi ini. Sementara disebelah ku seorang bapak yg berusia sekitar lima tahun lebih tua dari ku, dengan topi pet dan kacamata cukup tebal, kalau bersaing aku jelas masih sangat percaya diri.
Turun ke ruang makan dan bihun menjadi sarapan pagi ku ini dan posisi ku sungguh tepat menghadap sang bidadari yang dari lift tadi, maaf ngak secantik bodadari yang sering hinggap di benak kita. Yapi bener cukup mewarnai pagi ku ini, dia bersiap menpersiapkan santapannya, aku copet-copet pandang sana-sini dan mengamati diatas dan di bawah meja (maaf mata saya ini memang agak genit) setelag beberapa saat yang menyenangkan itu ternyata melintas bapak yang aku berani nersaing tadi dan dengan santai duduk semeja di depan san gadis penyegar pagi ku dan mereka bercakap kecil yang tentunya ngak akan terdengar oleh telinga tikus ku. Tapi aku yakin mereka sempat sangat dekat dan menurut hayalan ku melebihi kedekatan yang seharusnya.
Keindahan pagi ku langsung hancur berserakan di bawah meja berkeping-kepong dan ngak mungkin aku kumpulkan lagi kecuali aku sapu dan ki cikrak. Joroknya pikiran ku bertanya, kenapa aku ngak bisa seperti seperti si bapak itu, bukanya asyik melakuka  nya dan makin liar pula sang mesum di otak ku menjadi sangat agresif.
Kalau duit aku mkn juga punya dan cukuputuk ini itu, kalau kurang bisa juga pakai kartu kredit (malu ya ngutang buat gituan) tampang walau ancur bisa juga sedikit aku permak.
Tapi kenapa aku ngak bisa.... aku kalah sama bapak itu.. aku PECUNDANG.....PENGECUT...
Aku ngak mampu menghianati cinta kasih yang aku terima, aku ngak mampu menghores hati kasih sejati ku. Tak mungkin semua keindahan hidup ku akan ku koyak dengan belahan V berliontin seperti itu.
Biarkan aku pecundang asal aku bangga untuk berkata tidak, biarkan aku pengecut asal aku bisa menghargai segala cinta kasih yang aku terima.
Tapi semakin siang ternyata otak pecundang ku malah sering melamun dan merindu dasar pengecut beraninya cuma melamun.

Selasa, 04 November 2014

Kereta Api yang luar biasa

Dari banjarmasin dengam citilink berlanjut ke gambir menumpang Damri sampai stasiun gambir, gendengnya kereta parahyangan langsung bisa disambung, padahal perut rasanya sudah mulai berdangdut ria, dari pada pakai lama oke aja aku naik parahyangan dengan pikiran makan diatas kereta.
Setelah nemplok di kursi gerakan badan yang tergerus rasa lapar mulai berpadu dengan goyangan akibat dari terlalu empuknya  sokbteker Argo parahyangan, menunggu si pramugari kereta nawarin pengganjal perut untuk menipu sang cacing, tapi udah sekian lama  kok belum datang juga sang penawar itu.
Dari pop, keroncong hingga lagi dangdut si perut belum ada juga yg nawarin. Hah gawat ini kalau sampai redup ingatan karena habisnya power si perut, tapi dengan senyum manis si pramugari kereta datang " pesan apa bapak" rasanya seperti suara TUHAN menawarkan sorga,langsung aku sambar tawaran itu sederet makanan yg terasa lezat meluncur dari bibir manis itu.
Nasi campur dan air putih dingin jadi pesanan yang natinya akan aku gunakan untuk menipu si cacing dalam perut. Tapi pesanan kok belum datang padahal rasanya waktu berjalan sangat lambat dan terasa lama banget, rasanya udah pada berkokok si cacing "kayak ayam" tapi nasi campurnya belum nongol.
Mengimbangi kokok si cacong aku coba pelintir ke kiri dan bila sudah pedih pelintir ke kanan badan ku, biar volume perut agak kecilan.
Dengan coba terus bertahan dari serangan rasa lapar ahirnya nasi campur idaman datang juga.

Tapi sedikit rasa kecewa sempat terbersit melihat tampilan nasi campur yang tidak terlihat menarik.
Buka dan suap dan mengalir rasa yang lezat ternyata,
Blendrang (bahasa jawa) kacang tolo dan orek tempe rasanya ternyata luar biasa lezat, bener ngak ngak nyangka  kalau senikmat ini.
Udah pantas naik le level bintang lima, cita rasa nener luar biasa.
Makasih atas rasa yang luar biasa ini. Tapi apa bukan efek dari rasa lapar tadi ya....&128522; atau sebaiknya untuk meyakinkan aku akan nambah lagi ya, dan ntar aku cerita lagi soal rasa sebenarnya.

Sesuatu Banget

Mungkin karena beberapa hal membuat hati ini terpancing menjadi galau balau dan rindu pada terkasih ku. Meski tak seindah yang kita mau dan tak sesempurna cinta yang semestinya hidup yang kita jalani, aku merasa sungguh indah. Tapi bukan tanpa riak godaan tentunya. Semua riak keindahan dalam hangatnya cinta dari mu. Buah cinta yang semakin besar dengan tantangan yang semakin bervariasi itu semua membuat kita semakin erat dan saling mengisi dalam kerinduan. Apa kedepanya dan bagaimana jadinya tak membuat kita kuatir, yang penting jalani aja dengan suka cita dan syukur, takdir yang kita buat menuju kebahagiaan semua anggota keluarga tentunya.
Kita akan menjdi tua dan badan kita akan uzur tapi kayaknya semangat cinta kasih ini semakin muda kayak puber mungkin. Lelah mu jadi lelahku juga, bahagia mu bahagia ku pasti.
Mama ini rasa diatas 10.000 kaki mungkin dekat sama Sang Pencipta dan saat ini aku merasa kakau malaikat ku adalah diri mu, walau tak bersayap, tak cemerlang tapi tentu sangat rupawan (menyadur glen fadli;). Aku berharap menjadi tua dan melihat semua anak kita bahagia dan kita jalan dari rumah mereka yang satu ke yang lain. Namanya juga pensiunan maunya cuma menikmati jalan-jalan dan melihat putra dan putri kita bahagia dengan cucu kita.
Tapi kapan kita jadi tua ya... mam....
Udah 30 menit lamunan dan hayalan berjalan dalam otak ku yang memang ngak banyak sehingga aku simpan rasa ini dalam catatan kecil ini. Sehingga satu masa bisa aku baca kembali dan itu sering membuat aku tersenyum membacanya kembali.
Aku sering bermohon sama TUHAN yang aku sembah untuk dapat selalu manjaga hati ku untuk tidak pernah berpaling dari segala cinta dan kebaikan yang mama berikan dan selama ini membuat aku selalu jatuh dan mencinta dan bagi ku kau tak tergantikan, semua tak akan mampu mengubah ku kau bukan sekedar indah tapi anugerah.
Waktu telah lama menguji ku tapi TUHAN selalu melindungi dari semu dosa,

Sabtu, 28 Juli 2012

AKU BANGGA MENJADI PUTRA MU

Sosok bersahaja itu masih makin bersahaja di usianya yang mulai senja. Sosok itu selalu saja sederhana dalam memaknai hidup. Tidak muluk-muluk dan berlebihan. 
Dia tak bisa membaca, tak pernah merasakan bangkusekolah, masa kecilyang dia lewati juga tak mudah, berjuang dengan segala keadaannya hanya sekedar untuk bertahan hidup. tutur kata beliau juga sangat sederhana, tak fasih berbicara indah dengan aneka dogma tapi yang aku  rasakan adalah kesederhanaan dari seorang bapak, tapi penuh kearifan.
Pekerjaan hanya sebagai tukang patri ( tukang soder) dengan segala kemampuan fisik dia mencari nafkah untuk semua anggota keluarga yang didalamnya adalah aku. 
saat jauh aku sering merindukan segala kata sederhana dari orang tua ini, tak banyak bicara tapi beliau banyak melakukkan, sedikit pembicaraan itu tak banyak menyita ruang memori ingatan ku sehingga begitu melekat , jujur aku tak akan bisa seperti sekarang, walau saat ini aku juga bukan orang sukses atau hebat. tapi dengan keadaanku aku sangat bahagia, dari segala kearifan beliau yang tidak bisa membaca dan tak pernah sekolah ini aku tumbuh dan memiliki segala cita-cita.
Bapak ku bukan sekedar guru bagi ku, bukan sekedar panutan bagi ku tapi Dia serasa menjadi Tuhan bagi ku, tak ada perasaan apapun selain begitu hormat dan takjub saat melihat walau hanya sekedar foto, semua tutur kata bijaksana masih banyak mengiang di telinga dan pikiran ku disaat tepat aku perlukan. kebijakan beliau melampoi akal pikiran ku, dan tak mungkin rasanya aku bisa menapaikebijakan seperti yang dia ajarkan pada ku.
Ucapan terima kasih dan sujud tak akan pernah cukup membalas semua kebaikannya, tetapi  bapak mengajarkan bahwa hidup tak seperti "tanam dan tuai" beliau selalu ajarkan lakukan yang seharusnya, dia tak mengajarku dengan dogma agama yang rumit tetapi cukup dengan "agama  terapan" sebagai pribadi dia mungkin tak sukses menjalani hidup tetapi sebagai bapak dia sudah melampaui segala suksesnya. aku sangat bangga menjadi putra nya, tetapi aku tak tahu apa aku pantas menjadi putra Mu.
Bapak itu kawan ku, bapak itu guru ku,bapak itu panutan ku dan aku ingin menjadi seperti Dia, 

Kamis, 19 Juli 2012

Buah Hati

hasil dari sebuah cinta, ataupun bukan sebuah cinta, bahkan yang terpaksa sekalipun sebenarnya dia adalah anugerah bagi kita, bila dapat kita pandang itu sebuah rencana besar dari TUHAN akan kelanjutan dinasty kita, kebahagiaan yang bisa kita peroleh dari segala tingkah dan kelucuan tak pernah ada yang bisa menandingi.
disana masa depan kita, dia harapan kita dan semua kebahagian bisa kita dapat dari mereka bila kita memperlakukan anugerah Tuhan itu dengan benar dan penuh hikmat. anak adalah anugerah yang sangat besar dan tidak bisa dibandingkan dengan apapun nilainya bagi orang yang kehilangan anak. Rasa syukur atas anugerah yang besar ini harus dipanjatkan kepada dzat yang telah menganugerahkannya, dan bentuk syukur itu adalah dengan memberikan pendidikan dan penjagaan yang baik dan benar sesuai dengan syari’at, lantas bagaimana bentuk pendidikan dan penjagaan itu?
Sesungguhnya anak merupakan anugerah yang telah Allah swt. berikan kepada kita. Allah juga menjadikannya hiasan dalam rumah kita, dan memberikan otoritas kepada kita untuk menjaga, merawat dan mendidiknya. Maka, suatu kewajiban bagi kita untuk memberi pendidikan yang terbaik kepadanya dan penjagaan secara serius. Rasulullah saw. dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim bersabda, “Kalian semua adalah pemimpin dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, seorang pejabat adalah pemimpin, seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya, seorang istri adalah pemimpin dalam rumah suami dan anak-anaknya, dan kalian semua adalah pemimpin dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya”. (HR Bukhari dan Muslim)Lantas pendidikan dan penjagaan macam apa yang dikehendaki Allah saw.? Dalam Islam, penjagaan dan pendidikan itu di mulai sebelum terjadinya akad pernikahan, sebagaimana yang telah diwasiatkan oleh Islam dengan memilih seorang istri yang shalihah, karena istri yang shalihah itu akan mampu memberikan keturunan yang baik. Islam memulainya dengan memilih keshalihan seorang istri sebagai langkah pertama untuk mendapatkan keturunan yang baik. Hal ini secara jelas dapat disimak dalam hadits Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, beliau bersabda, “seorang wanita dinikahi karena empat alasan; karena hartanya, kecantikannya, keturunannya dan agamanya. Pilihlah karena agamanya, maka kamu akan menggapai kebahagiaan”

"Jangan iseng" TUHAN

Sungai kahayan
sering kita tidak memahami maksud dan tujuan TUHAN, sering kita bersungut sungut bahkan memaki kalau Tuhan tidak baik, kita sering merasa teraniaya dan berkata Tuhan tidak adil memperlakukan diri kita, orang lain bisa bahagia, berkecukupan dan serba ada sangat berbanding terbalik dengan yang kita rasakan.
bahkan kita lebih dalam lagi mengambi sikap bermusuhan dengan sang pencipta itu, seolah-olah kita terhianati dan siap membalas dendam atas semua itu,sering kita merasa tak perlu Tuhan bahkan berkata Tuhan itu gak ada. Tapi sebenarnya apa kita ini masih perlu Tuhan, apa Tuhan yang perlu kita. Tuhan adalah hidup saya dan mungkin anda, tak ada Tuhan maka kita juga tak ada, tetapi bagaimana memahami Tuhan dam mengerti apa maksudNya, ini tantangan buat kita, tantangan buat hati kitadan tantangan hidup kita, sebenarnya mudah percaya dan yakini apa yang seharusnya kita yakini walau kita tidak melihat. TUHAN tidak memerlukan kita, tidak memerlukan agama, tidak memerlukan apapun dari dunia ini. agama tidak menjamin hubungan kita dengan TUHAN bila kita menjalani hanya apa yang tertulis oleh manusia, dengarkan suara TUHAN pahami yang DIA mau, serahkan hidup kita untuk kemulyaan tetapi tetap dengan berperilaku sebagai manusia