Kamis, 19 Juli 2012

Buah Hati

hasil dari sebuah cinta, ataupun bukan sebuah cinta, bahkan yang terpaksa sekalipun sebenarnya dia adalah anugerah bagi kita, bila dapat kita pandang itu sebuah rencana besar dari TUHAN akan kelanjutan dinasty kita, kebahagiaan yang bisa kita peroleh dari segala tingkah dan kelucuan tak pernah ada yang bisa menandingi.
disana masa depan kita, dia harapan kita dan semua kebahagian bisa kita dapat dari mereka bila kita memperlakukan anugerah Tuhan itu dengan benar dan penuh hikmat. anak adalah anugerah yang sangat besar dan tidak bisa dibandingkan dengan apapun nilainya bagi orang yang kehilangan anak. Rasa syukur atas anugerah yang besar ini harus dipanjatkan kepada dzat yang telah menganugerahkannya, dan bentuk syukur itu adalah dengan memberikan pendidikan dan penjagaan yang baik dan benar sesuai dengan syari’at, lantas bagaimana bentuk pendidikan dan penjagaan itu?
Sesungguhnya anak merupakan anugerah yang telah Allah swt. berikan kepada kita. Allah juga menjadikannya hiasan dalam rumah kita, dan memberikan otoritas kepada kita untuk menjaga, merawat dan mendidiknya. Maka, suatu kewajiban bagi kita untuk memberi pendidikan yang terbaik kepadanya dan penjagaan secara serius. Rasulullah saw. dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim bersabda, “Kalian semua adalah pemimpin dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, seorang pejabat adalah pemimpin, seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya, seorang istri adalah pemimpin dalam rumah suami dan anak-anaknya, dan kalian semua adalah pemimpin dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya”. (HR Bukhari dan Muslim)Lantas pendidikan dan penjagaan macam apa yang dikehendaki Allah saw.? Dalam Islam, penjagaan dan pendidikan itu di mulai sebelum terjadinya akad pernikahan, sebagaimana yang telah diwasiatkan oleh Islam dengan memilih seorang istri yang shalihah, karena istri yang shalihah itu akan mampu memberikan keturunan yang baik. Islam memulainya dengan memilih keshalihan seorang istri sebagai langkah pertama untuk mendapatkan keturunan yang baik. Hal ini secara jelas dapat disimak dalam hadits Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, beliau bersabda, “seorang wanita dinikahi karena empat alasan; karena hartanya, kecantikannya, keturunannya dan agamanya. Pilihlah karena agamanya, maka kamu akan menggapai kebahagiaan”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar