Pada
waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia
berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya
kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang
disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas
saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan
Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas
anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.”
(Lukas 6:12-16)
Sebelum
memilih dua belas orang murid Yesus berdoa terlebih dahulu. Salah satu
yang dipilih bernama Yudas Iskariot yang akhirnya menjadi pengkhianat.
Lalu, kalau Yesus tahu bahwa Yudas akan berkhianat, mengapa Yudas
dipilih menjadi murid-Nya? Arti kata “Yudas” adalah “yang
dipuji/pujian.” Tetapi namanya tidak sesuai dengan keadaannya.
Tuhan
menginginkan agar kita mengerti suatu kebenaran bahwa bukan karena
Yesus tidak Mahatahu, tetapi hal ini terjadi karena alasan yang khusus.
Ada 4 alasan mengapa Yesus memilih Yudas Iskariot:
Pertama, supaya Firman Tuhan Digenapi.
Dalam Perjanjian Lama dikatakan bahwa “Mesias harus dikhianati.” Dan pengkhianat itu harus orang dekat.
Mazmur
41:10 berkata, “Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan
rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.” Ayat ini ditulis 900
tahun sebelum Yesus lahir.
Ayat
ini terlihat menunjuk tentang Yesus dan Yudas dengan alasan yang kuat,
yaitu dalam Yohanes 13:18 yang berbunyi, “Bukan tentang kamu semua Aku
berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah
genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya
terhadap Aku.” Yesus menggenapi Mazmur 41:10 tersebut!
Saat
ini, Yesus juga tahu jalan hidup kita, nilai hidup kita, dan di dalam
diri kita. Dia bermaksud untuk menggenapi firman-Nya. Kisah Para Rasul
1:16 berkata, “"Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang
disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin
orang-orang yang menangkap Yesus itu.” Ini artinya yang difirmankan
Tuhan pasti digenapi.
Baca: Bilangan 23:19
Pengkhianat
seperti Yudas saja dapat dipakai untuk mewujudkan rencana besar
penyelamatan Kristus. Itu berarti, tidak ada apa pun dan siapa pun yang
sanggup menghambat perwujudan rencana Allah agi kehidupan kita.
Kedua, supaya Gereja mendapat Dorongan.
Yohanes
16:32-33 berkata, “Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa
kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu
meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa
menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh
damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan,
tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."
Dengan
ini kita tahu bahwa keadaan buruk bisa dialami oleh orang-orang
percaya. Yesus bisa mengalami penderitaan ini. Lebih daripada itu, di
balik penderitaan yang kita alami, Tuhan menyediakan kemuliaan bagi
kita.
Artinya,
Gereja Tuhan harus tetap maju walaupun ada “Yudas” sebagai penyebab
penderitaan. Tidak ada yang bisa menghentikan orang percaya untuk terus
maju di dalam Tuhan.
Ketiga, supaya menjadi peringatan bahwa menjadi anggota gereja
bahkan pelayan Tuhan bisa tidak selamat.
Yudas
termasuk kelompok 12 Rasul. Ia pelayan Tuhan dan memiliki posisi
sebagai bendahara. Yesus berkata tentang Yudas seperti yang terdapat
dalam Yohanes 17:12, “Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka
dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku
telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa
selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah
yang tertulis dalam Kitab Suci.”
Di ayat ini, Yesus berbicara tentang Yudas yang sudah “diketahuinya”
tidak akan selamat. Ini menjadi peringatan bagi kita. Bukan karena
pernah membunuh/berzinah lalu tidak selamat, seperti halnya Daud. Yudas
tidak selamat karena tidak ada kasih. 1 Yohanes 3:14 berkata, “Kita
tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu
karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia
tetap di dalam maut.” Kasih merupakan ‘tiket” menuju Sorga. Kasih dapat
dilihat dari mata, sikap dan ucapan seseorang.
Baca: 2 Kor 4:18
Keempat, supaya dunia mendapat kesaksian dari Yudas tentang Yesus.
Matius
27:3-5 berkata, “Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa
Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia
mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan
tua-tua, dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang
yang tak bersalah." Jawab mereka: "Apa
urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!" Maka iapun melemparkan
uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung
diri.” Dari mulut Yudas keluar kesaksian tentang Yesus. Yudas adalah
orang yang mengikut Yesus 24 jam sehari selama 3 tahun dan ia tidak
menemukan satu dosapun dalam diri Yesus, sehingga ia bersaksi tentang
Yesus sendiri.
Dari seorang penkhianat menyatakan bahwa di dalam diri Yesus tidak ada dosa. Yesus adalah Tuhan. Memang Yudas mengembalikan uang hasil khianatnya, tetapi itu belum cukup untuk masuk sorga. Yang utama bukan menyesal dan mengembalikan uangnya, tetapi kasih terhadap Tuhan dan terhadap sesama dan diri sendiri. Iman yang menyelamatkan selalu mengalirkan kasih yang berlimpah.
Saat ini pertanyaan bagi kita, mengapa Tuhan memilih kita? Kita dipanggil Tuhan dengan 4 alasan yang positif, yaitu:
Dari seorang penkhianat menyatakan bahwa di dalam diri Yesus tidak ada dosa. Yesus adalah Tuhan. Memang Yudas mengembalikan uang hasil khianatnya, tetapi itu belum cukup untuk masuk sorga. Yang utama bukan menyesal dan mengembalikan uangnya, tetapi kasih terhadap Tuhan dan terhadap sesama dan diri sendiri. Iman yang menyelamatkan selalu mengalirkan kasih yang berlimpah.
Saat ini pertanyaan bagi kita, mengapa Tuhan memilih kita? Kita dipanggil Tuhan dengan 4 alasan yang positif, yaitu:
1. Supaya orang tahu bahwa firman Tuhan digenapi dalam hidup kita.
Suatu
kehidupan yang jauh lebih baik dari semua prediksi dan ramalan
sebelumnya. Suatu kehidupan yang semakin lama SEMAKIN BAIK tanpa dapat
dihambat oleh apa pun dan siapa pun juga.
2. Supaya orang melihat kita mendapatkan dorongan. Walaupun melewati berbagai penderitaan, tetapi SEMAKIN MAJU dengan pertolongan Tuhan.
3.
Supaya orang melihat bahwa menjadi anggota gereja saja tidak cukup,
melainkan harus muncul sebagai pribadi yang SEMAKIN MELIMPAH DENGAN
KASIH.
4. Supaya orang tahu dan melihat bahwa dari dalam diri kita SEMAKIN BANYAK KESAKSIAN tentang Yesus, sehingga ada banyak yang bertobat dan percaya kepada-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar